Komando Pusat Militer Amerika Serikat (US Central Command) melaporkan setidaknya 11 personel terluka akibat serangan rudal Iran ke pangkalan militer mereka di Irak pada Rabu (08/01/2020).
Foto: merdeka.com

Hal tersebut diklarifikasi oleh militer AS yang sebelumnya mengklaim bahwa tidak ada korban dalam serangan tersebut.

"Beberapa personel dirawat karena gejala gegar otak akibat ledakan dan masih dalam penilaian, sementara tidak ada anggota militer AS yang tewas dalam serangan Iran 8 Januari di pangkalan udara al-Assad," ucap juru bicara US Central Command, Kapten Bill Urban, melalui sebuah pernyataan pada Kamis (16/01/2020).

Urban juga menuturkan beberapa hari setelah serangan itu terjadi sebagian pasukan AS di pangkalan udara al-Assad dipindahkan dengan alasan keamanan. Selain menerjang pangkalan Ain al-Asad, Iran juga melepaskan beberapa rudal dan sejumlah roket ke pangkalan Erbil ada Selasa (07/01/2020) malam hingga Rabu (08/01/2020) pagi.

BACA JUGA:

Melansir dari AFP, serangan ke dua basis militer itu diluncurkan Iran sebagai aksi balas dendam atas serangan drone AS yang telah menewaskan jenderalnya, Qasem Soleimani, pada 03 Januari lalu.

Saat serangan rudal Iran itu berlangsung, Urban menuturkan sebagian besar dari total 1.500 tentara AS yang berada di pangkalan al-Assad telah berlindung di dalam bunker bawah tanah menyusul sirine peringatan yang berbunyi beberapa waktu sebelumnya.

Pernyataan militer sebelumnya menuturkan serangan Iran itu menyebabkan kerusakan material yang cukup signifikan, namun tak menyebabkan jatuh korban. Presiden Donald Trump saat itu juga mengatakan bahwa tidak ada warga Amerika yang terluka dalam serangan tersebut.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations